Rasanya seperti leherku digantung pada seutas tali yang tak pernah kau turunkan atau tarik. Semakin lama, napasku makin pendek—dan napas itu adalah harapanku. Saat harapan itu habis, yang tersisa hanya tali yang menahan tanpa arah, membuatku perlahan menghilang dalam diam. Bukan hanya karena talinya, tapi juga kamu yang tak pernah mengulurkan tangan.


0 komentar